Hancur Karena Cinta

(Karya Nadia Pradnyani)

Ada satu hal yang selalu terngiang di telingaku. “ Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apapun yang kita miliki.”

Untuk wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang mencintai kita apa adanya.Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus. Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Itu sedikit basa-basi dariku.

Aku Mila, siswa kelas X. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai.

“Sial.” Gumamku.

Aku mempunyai 2 orang sahabat Aldi dan Laras. Kami berteman sejak kecil, namun entah mengapa pertemanan aku dan Aldi tak bisa hanya disebut teman semata. Ada hal lain yang aku rasakan saat bersamanya.

“Mungkinkah aku mencintainya? Apa mungkin ini yang dinamakan cinta?” Aku berbicara dalam hati sendiri.

Suatu saat ketika aku baru saja sampai di depan kelas, kulihat Aldi dan laras bercanda.  Mereka terlihat akrab seperti orang pacaran.

Jujur aku cemburu melihat canda gurau mereka berdua. Tapi aku masih menyembunyikannya dari mereka berdua. Aku berusaha menyembunyikan muka masamku.

“Weih pagi- pagi udah bahagia aja kalian berdua”

“Iyaaa dongggg!!!!!” mereka menjawab berbarengan dengan jawab yang sama pula.  Batinku tersiksa. Entah kenapa hal  itu  membuat aku sangat cemburu.

Lambat laun, aku tak bisa lagi menyimpan perasaannya sendiri. Perasaan yang aku pendam rupanya ingin segera dikeluarkan.

Akhirnya, aku memutuskan untuk bercerita ke sahabatku Laras tentang perasaan ku ke Aldi.

“Laras aku mau ngomong sesuatu nih,  tapi jangan kasi tau siapa – siapa ya!”

” Ya ellah…. santai aja. Lagian kita udah lama teman. Kamu ga percaya aku? Ada apa..? Ayo cerita dong!”

“Jujur, aku suka dengan Aldi sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Aldi!”

Kamu suka sama aldi? Serius Mil?” Tanya laras.

“Iya, tapi kamu jangan bilang ke Aldi ya!” Ucapku.

“Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu, tapi aku janji aku bakal bikin kalian jadian” Jawabnya.

“Bener..?”

“Iya…tentu dong”

“Oke, thanks Ras” Jawabku.

Semakin lama aku semakin dekat dengan Aldi tetapi aku perhatikan bahwa Aldi tidak akan pernah jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati. Dan ternyata Laras juga suka dengan Aldi.

Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku. Tetapi aku berpikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun.

Saat kelas sekolah sepi, aku melihat Aldi dan Laras sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, akupun penasaran dan menguping percakapan mereka di balik jendela

“Laras, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Aldi.

Laras kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan itu. Tetapi pada akhirnya Laras menerima tawaran itu dan mulai menjadi pacar Aldi tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri.

“Iya, aku mau” Jawab laras.

Aku yang mendengarkan jawaban Laras langsung kaget dan masuk ke dalam kelas karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu.

“Ras, kamu pacaran sama Aldi? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hatiku.  Katamu,  kamu sahabat yang baik, mana semua janjimu kepadaku saat itu? Ini yang kamu maksud ingin menyatukan aku dan Aldi? “

“Terimakasih untuk semua janji sampahmu.”, Laras dan Aldi kaget karena aku masuk ke dalan kelas secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu.

“Maafin aku Mill, tapi aku jujur cinta banget sama Aldi” Jawab Laras.

“Ya udah, kalo gitu ngapain kamu janji waktu itu? Cihhh baik di depan doang”, aku pergi meninggalkan Laras dan Aldi.

Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal Laras tahu kalau aku sudah lama mengejar Aldi.

Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top