Hanya Mengagumi

(Karya Dian Karmila)

Namaku Risna.  Aku adalah siswi yang baru saja duduk di bangku SMP. Hari itu adalah hari pertamaku mulai belajar. Sekolah baru, teman baru, dan suasana baru sangat terasa. Suasana terasa hiruk pikuk oleh canda tawa para siswa. Ada yang sudah akrab karena kenbetulan bersama dengan teman se-SD dulu.  Kami semua masih mengenakan pakaian merah putih, ciri khas di SD dulu. Rasa senang terpancar di wajah para siswa karena diterima di SMP yang kami tuju.

Tiba-tiba suara bel sekolah memanggil. Kami bergegas menuju kelas yang kami dapatkan. Saat aku memasuki lingkungan sekolah aku bertemu dengan teman SD ku. Rina namanya. Kami sudah menjadi teman dari dulu dan kami juga kebetulan sekelas. Kami berdua menyusuri taman sekolah menuju ruang kelas. Halaman sekolah yang asri, indah oleh bunga yang bermekaran menarik pandangan kami untuk selalu tak jemu memandangnya sepanjang lorong menuju kelas kami.

“Alangkah indahya sekolah ini, ya Rin..” aku menoleh ke Rian sambil menunjuk ke taman-taman sekolahku. “Pasti senang dah temen-temen smua sekolah di sini.”

“Ee.. iya.” Jawab Rina.

“Om Suastiatu, silakan menuju kelas” Kakak OSIS menyapaku dengan senyum ramahnya.

“Terima kasih, Kak” kami serentak menjawab berdua. Kemudian kakak OSIS mengarahkan kami untuk menuju ruangan kami .

Sesampainya di ruang kelas, pandanganku tertuju pada seorang cowok yang sangat tampan bagai titisan dewa. Melihat dia tersenyum dengan sangat manis, rasanya diriku meleleh dibuat olehnya. Jantungku berdebar-debar. Rasanya bercampur aduk. Nafas terengah-engah. Inikah rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Dan berbagai pertanyaan mulai muncul pada diriku .

Kemudian aku berkenalan dengan nya ,

” Hai kenalin aku Risna”

” Hai aku Adi “

Kami juga sempat berbincang bincang tentang dimana dia sekolah  waktu SD dan sebagainya. Hari demi hari berlalu, aku semakin dekat dengannya.  Apa yang dia suka dan tidak suka sudah sedikit demi sedikit aku ketahui.  Dia bilang kalau dia sangat suka bermain futsal dan juga main musik. Selain itu, apa-apa dia pasti curhat denganku, sehingga  ia  sangat nyaman berada di dekatku

Perasaanku semakin dalam pada Adi.  Hingga  suatu hari, ketika libur sekolah, aku bertemu dengan Rina dan menceritakan semua perasaan ku pada Adi kepadanya. Dan aku ingin mengungkapkan perasaan ku ini pada Adi  sekaligus juga meminta pendapatnya.

Setelah mendengar curhatan ku Rian pun bilang, ” Ris sebaiknya kamu lupakan saja Adi!”

” Maksud mu,  apa Rin?”.

” Dia baru sekitar seminggu yang lalu sudah nembak Dewi “

Aku pun terdiam dengan hati dan pikiran yang sudah mulai hancur lebur. Inilah hal yang paling aku takutkan dari dulu, ketika untuk yang pertama kalinya aku suka dengan seseorang. kini justru luka yang kutemui. “ Kenapa Adi tidak pernah cerita padaku sebelumnya ?” Pikirku.

” Bagaimana aku bisa melupakan Adi, Lan?”

” Ris aku yakin kamu pasti bisa untuk melupakan Adi.  Aku pasti akan membantumu “

Sejak saat itu aku mulai berusaha untuk melupakan Adi tapi, tetap tidak bisa. Justru rasaku padanya semakin mendalam . Di sisi lain Adi telah diterima oleh Dewi. Merekan pun sudah berpacaran.  Hari, bulan pun berlalu kedekatanku dengan Adi telah semakin renggang setelah hubungan mereka mulai terjalin.  Sementara, diriku masih suka dan sayang padanya  yang tidak bisa untuk aku ungkapkan  dan akhirnya aku hanya memilih untuk mengagumi dan mengikhlaskannya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Print
Email
WhatsApp

Jangan lupa baca juga post di bawah ini

Aku, Kamu Menjadi Kita

(Karya Nadia)Ini  bulan Juli tahun 2022,  masa MPLS. Caca sudah lulus dari SMP. Ia  melanjutkan ke jenjang SMA. Sekolah tujuannya adalah SMA N 1 Banjar.

Read More »

ANTARA TEMAN DAN CINTA

(Karya Devik)Ketika perempuan dan laki laki menjadi sahabat apakah mungkin diantaranya tidak akan tumbuh sebuah rasa? Rasanya mustahil jika salah satunya tidak menaruh rasa cinta.

Read More »

Bahagia Bertubi

Oleh  Putu Ferry AriawanPada suatu malam, di hari Kamis tanggal delapan Agustus 2023, aku melamun di kamar. Aku berkhayal memikirkan nilai rapotku besok yang akan

Read More »

BAHASA JIWA BANGSA

(Kary Tedy Pujayanti) Pagi ini, matahari muncul dengan malu malu. Udara yang sejuk menyambut dunia, dan bunyi burung burung yang bersahutan. Terlihat seorang perempuan bernama Tia

Read More »

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top