Kisah yang Tak Sampai

(Karya Dian Prantini)

 

Hari ini Sabtu.  Hari ini adalah hari libur dimana banyak remaja menantikan hari ini untuk pergi berekreasi. Sama halnya dengan Divya seorang gadis berusia 18 tahun yang masih menduduki kelas 3 SMA, ia memutuskan pergi jalan-jalan ke tempat wisata bersama teman sebayanya Sintya.

“Sin… enaknya kita hari ini kemana ya?” tanya Divya sebelum mereka pergi jalan-jalan bersama.

“Hm… kayaknya ke danau seru nih, apalagi panas-panas begini, terus danaunya ada perpaduan tempat piknik gitu kayanya seru” jawab Sintya dengan bersemangat.

“Oke aku tau tempat yang kayak gini” sahut Divya.

Mereka pun bersiap-siap dan berangkat menuju tempat yg dimaksud oleh Divya, mereka pergi ke Danau tepatnya Danau Buyan yang terletak di Dasong Pancasari. Danau yang indah dengan kehijauan pepohonan serta rerumputan menambah keasrian dan kesejukan Danau tersebut. Kebetulan cuaca yang cerah dengan angin yang seakan membelai kulit dengan hembusannya yang lembut dan pengunjung yang tidak terlalu ramai membuat suasana menjadi sangat indah untuk piknik atau bahkan camping di sana.

Divya dan Sintya mulai menata tempat untuk mereka berpiknik dan menikmati keindahan alam disana. Semua berjalan dengan lancar, hingga pada saat menoleh Divya melihat seseorang yang menarik perhatiannya.

“Dra… cepetan udah ditunggu tuh sama yang lain disana” ucap seseorang yang kebetulan Divya kenal.

Ternyata dia adalah Jeano teman Divya yang berbeda sekolah dengannya. Ternyata Divya yang melihat itu tetap menatapnya dan yap… Andra juga menatapnya, Jeano yang menyadari bahwa temannya itu menatap seseorang dan seseorang orang itu adalah Divya .

“Woy” ucap Jeano menyenggol lengan Andra guna menyadarkan temannya itu, lalu sesudah Andra mengambil barangnya, Andra pun mengajak Jeano menyusul teman yang lainnya. Namun bukannya menyusul teman yang lainnya, malahan Jeano menarik tangannya menuju seseorang.

“Heyy… Divya” panggil Jeano sambil melambaikan tangan kanannya dan tangan sebelahnya dia gunakan untuk menarik lengan Andra.

“Hai Jean” sahut Divya.

“Bro kenalin ini Divya”

 “Divya kenalin ini Deandra panggil aja Andra, temen satu sekolahku” ucap Jeano memperkenalkan mereka.

“Oh.. halo kenalin aku Divya” ucap Divya sambil mengulurkan tangannya

“Andra” sahut Andra seadanya sambil membalas uluran tangan Divya.

“Eh udah dulu ya Div, aku mau nyamperin temen yang lain dulu ni sama Andra” ucap Jeano mengakhiri percakapan mereka.

“Okee deh kalau gitu babay” sahut Divya sambil melambaikan tangannya.

“Ekhem..” deheman Sintya menyadarkan Divya dari tatapan Divya yang belum terlepas dari Andra dan Jeano yang menghampiri teman mereka.

“Kamu suka ya sama temennya Jeano?” ucap  Sintya lagi dengan senyuman dan lirikan mata yang menggoda Divya seakan-akan siap mengejek Divya

“Eh engga tuh” sahut Divya yang berusaha mengalihkan pandangannya.

“Halah kamu gausah bohong gitu deh, aku ga akan semudah itu tertipu sama kamu Div” ungkap Sintya yang masih mempertahankan ekspresi mengejek Divya.

“Ya udah deh aku ngaku… tpi dia keren banget Sin” akhirnya Divya mengakui kekagumannya.

“Hahaha nah kan akhirnya ngaku, udah sana kepoin instagramnya siapa tau endingnya dapet” ucap Sintya menyemangati temannya.

“Okelah, kalau ga dapet orangnya setidaknya dapet hikmahnya” sahut Divya sambil tersenyum lalu mengotak-atik ponselnya.

Sesudah itu Sintya memutuskan untuk menikmati pemandangan sambil memakan camilan yang sudah ia dan Divya bawa, sedangkan Divya mengotak-atik ponselnya.

Tidak terasa waktu cepat berlalu hingga tak terasa sore telah tiba, namun tidak menghilangkan suasana sejuk disana malah makin indah dengan pemandangan matahari terbenam dengan gradasi jingga yang sangat memanjakan mata, Divya dan Sintya yang tidak mau ketinggalan momen tersebut mengabadikannya dengan ponsel mereka, mereka juga berfoto dan mengambil beberapa video sebagai kenangan kelak.

Setelah mendapatkan beberapa dokumentasi keindahan alam serta senja yang indah mereka memutuskan untuk merapikan barang bawaan mereka dan pulang karena mereka merasa sudah cukup banyak waktu yang mereka gunakan untuk melihat momen keindahan Danau tersebut.

Dalam perjalanan pulang tidak ada yang memulai percakapan diantara mereka, mereka sibuk menikmati hembusan angin yang sejuk sepanjang perjalanan hingga Divya mengantar Sintya kerumahnya, berpamitan sebentar, dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Divya membereskan barang yang tadi di bawa, setelah itu membersihkan dirinya dan bersiap untuk istirahat. Divya merebah dirinya dan melihat ponselnya meneruskan kegiatannya sewaktu di Danau, dan iyap.. dia melanjutkan kegiatan melihat postingan Andra.

Setelah Divya  melihat beberapa postingan Andra, dia semakin terkagum oleh Deandra, dimana disana terdapat beberapa prestasi Deandra di bidang akademik maupun non-akademik, paras yang rupawan dengan kepintaran serta ketrampilannya dalam olahraga dan musik membuat Divya jatuh hati.

Seiring waktu berjalan tak terasa hampir 1 tahun Divya tetap menyukai Deandra dalam diam, dia selalu menyempatkan waktu untuk melihat postingan Deandra. Dia tetap mengagumi Andra tanpa ada niat menyatakan isi hatinya. Mengagumi jarak jauh tanpa ada niat menyatakan perasaannya, melihat aktivitas sang pujaan hatinya hanya melalui ponsel itupun apabila Andra memposting sesuatu. Jika tidak maka dia hanya bisa menerka-nerka.

Namun pada bulan ke 13 atau 1 tahun 1 bulan, Divya harus berusaha menghilangkan perasaannya kepada Andra, dimana Andra memposting pacarannya. Divya berusaha menguatkan hatinya, Divya merenung di kamarnya sambil mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Feby Putri yaitu “bagai bintang bulan”. Dimana lirik lagunya Divya anggap sangat mewakili kisahnya sewaktu menyukai Deandra hingga kini. Namun tak bisa di hindari bahwa Divya tetap merasa sakit hati karena kisah cintanya yang harus berakhir padahal belum dimulai. Epilog dengan prolog yang singkat bahkan terasa belum dimulai.

Aku, Kamu Menjadi Kita

(Karya Nadia)Ini  bulan Juli tahun 2022,  masa MPLS. Caca sudah lulus dari SMP. Ia  melanjutkan ke jenjang SMA. Sekolah tujuannya adalah SMA N 1 Banjar.

Read More »

ANTARA TEMAN DAN CINTA

(Karya Devik)Ketika perempuan dan laki laki menjadi sahabat apakah mungkin diantaranya tidak akan tumbuh sebuah rasa? Rasanya mustahil jika salah satunya tidak menaruh rasa cinta.

Read More »

Bahagia Bertubi

Oleh  Putu Ferry AriawanPada suatu malam, di hari Kamis tanggal delapan Agustus 2023, aku melamun di kamar. Aku berkhayal memikirkan nilai rapotku besok yang akan

Read More »

BAHASA JIWA BANGSA

(Kary Tedy Pujayanti) Pagi ini, matahari muncul dengan malu malu. Udara yang sejuk menyambut dunia, dan bunyi burung burung yang bersahutan. Terlihat seorang perempuan bernama Tia

Read More »

Halaman ini Amazing

Facebook
Twitter
LinkedIn
Print
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top