Persahabatan Sejati

(Karya Sri Supadmi)

Ivan, Putri, dan Anton adalah tiga orang sahabat yang sudah menjalin hubungan baik sejak kecil hingga sampai mereka menginjak kelas 12 SMA. Hari demi hari mereka jalani bersama, dan mereka tahu bahwa mereka saling menyayangi dan saling membutuhkan satu sama lain.

Hingga pada suatu hari, mereka bertiga membuat surat perjanjian seperti yang dilakukan di film-film mereka juga melakukan hal yang sama, menulis surat perjanjian kemudian menguburnya dan akan membukanya dihari kelulusan mereka.

Hari yang mereka tunggu- tunggu akhirnya tiba, mereka menerima hasil ujian dan dinyatakan lulus semua. Mereka pun berlarian menuju tempat dimana mereka mengubur surat perjanjian mereka dan membukanya. Pada kertas tersebut bertuliskan ” KAMI AKAN SELALU BERSAMA UNTUK SELAMANYA”

Keesokan harinya,ivan berencana untuk merayakan kelulusan mereka. Mereka berencana untuk pergi ke pantai yang dekat dengan rumah Nenek dan Kakeknya Putri. Hari itu juga mereka menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk liburan ke pantai.

Dan pagi pun tiba, mereka bertiga berangkat menuju pantai dengan bekal yang sudah mereka siapkan kemarin malam. Sebelum pergi ke pantai, mereka menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah kakek dan neneknya Putri.

” Nenekk…..”, Seru Putri dari kejauhan

” Putri…?” jawab nenek Putri sambil berjalan mendekati mereka

” Hai nek , apa kabar?” Sapa Putri

”  Ehhh Putri kabar nenek baik , kabar kamu?”

” Kabar Putri juga baik”

” Haii nek” Ivan dan Anton ikut menyapa

” Ehhh Ivan dan Anton juga ikut, ayo masuk dulu” ajak nenek Putri sambil tersenyum ramah. Ivan dan Anton sudah sangat dikenal baik oleh neneknya Putri, jadi mereka sudah sangat akrab. Belum lama mereka berbincang-bincang Kakeknya Putri datang menghampiri mereka.

” Ehhh ada Putri , ada Ivan dan Anton juga kalian apa kabar?, tumben kalian mampir ada keperluan apa?”

” Apa kabar kek, kabar kami baik seperti biasanya” ucap Anton

Mereka pun menceritakan tentang rencana liburan mereka kepada kakek dan neneknya Putri. Setelah mendengarkan penjelasan dari mereka bertiga, Kakek Putri menatap mereka dan kemudian beralih menatap Nenek Putri. Tiba-tiba kakek Putri berkata

” Kalian sebaiknya mencari tempat lain untuk pergi liburan “

“Memangnya kenapa kek?” Tanya Putri tidak mengerti

” Ombak di pantai itu cukup besar, jadi tidak aman jika kalian pergi kesana sendirian” ucap Nenek Putri memberi penjelasan

Mereka bertiga saling tatap satu sama lain. Suasana menjadi hening sejenak dan tiba- tiba Anton berbicara memecah keheningan tersebut.

” Kami akan menjaga diri dengan baik kek”

” Iya. Lagipula kita kan sudah besar” Ivan ikut menimpali Anton.

Putri yang dari tadi hanya diam ikut berbicara

” Iya kek. Kami janji akan menjaga diri dengan baik”

Karena desakan dari mereka bertiga akhirnya Kakek dan Nenek Putri mengizinkan mereka untuk pergi ke pantai namun dengan syarat, mereka hanya boleh bermain sampai di tepi pantai saja dan agar selalu bersama – sama.  Berhasil mendapatkan izin dari Kakek dan Nenek, mereka kemudian tanpa berpikir panjang langsung berpamitan dan pergi menuju ke pantai.

Saat itu , pantai sedang sepi pengunjung. Jadi mereka bertiga bisa menikmati liburan mereka tanpa ada gangguan. Ketika sedang menikmati pemandangan laut lepas. Tiba – tiba Ivan mengajak Putri dan Anton untuk bermain air.

” Ehh.., bagaimana kalau kita main air, kayaknya seru dehh. Lagipula aku bosan cuma duduk-duduk aja” kata Ivan

” Emang kamu gak ingat pesan kakek, kalau kita hanya boleh bermain di tepi pantai saja” ucap Putri mengingatkan Ivan

” Tapi kan cuma sampai airnya setinggi pergelangan kaki aja”

” Iya…lagi lagipula ombaknya juga gak terlalu besar. Pasti tidak  apa- apa” balas Anton, setuju dengan usul Ivan

” Ya udah dehh..tapi aku gak ikut yaa, panas nanti kulitku jadi hitam”

Mendengar jawaban dari Putri, Anton dan Ivan tertawa.

” Kenapa kalian malah ketawa” tanya Putri dengan nada yang agak kesal

Anton dan Ivan segera pergi sebelum Putri marah kepada mereka.

Hampir 30 menit mereka bermain air dan Putri mulai bosan sendiri. Akhirnya Putri memutuskan untuk menyusul Anton dan Ivan.

” Ehh Putri, katanya takut kulitmu jadi hitam. Kenapa kamu jadinya ikut ke sini?” Kata Anton menggoda sahabatnya itu.

” Aku hanya bosan sendirian” jawab Putri berusaha membela diri

” Sudah lupakan saja, sebaiknya kita nikmati iburan ini” sela Ivan.

Mereka bertiga begitu menikmati suasana tersebut sehingga tidak menyadari bahwa mereka sudah semakin dalam masuk ke laut dan airnya sudah setinggi lutut mereka. Menyadari hal tersebut Putri mengajak Anton dan Ivan untuk berhenti bermain air.

” Kita udahan dulu yukk.., ! kita sudah..” belum selesai kalimat yang diucapkan Putri, tiba- tiba ombak besar datang dan dengan cepat datang menghampiri mereka.

” Anton.. Ivan.., ada ombak cepat keluar dari sana ” teriak Putri sambil berusaha menyelamatkan diri. Anton dan Ivan terkejut dan berusaha untuk menyelamatkan diri, namun sayang ombak itu datang lebih cepat daripada langkah kaki mereka. Anton dan Ivan terseret ombak dan dengan sekuat tenaga mereka berusaha berenang ke tepian pantai. Namun kekuatan ombak itu lebih besar dan akhirnya membawa Anton dan Ivan terseret ke dalam laut. Putri yang melihat kejadian itu panik dan berusaha mencari pertolongan untuk kedua sahabatnya itu. Beruntung pada saat itu ada penjaga pantai yang lewat dan melihat Putri. Penjaga pantai tersebut kemudian menghampiri Putri dan berusaha untuk menyelamatkan kedua sahabatnya. Namun karena penjaga pantai itu hanya sendirian, ia tidak cukup tenaga untuk melawan kuatnya ombak di pantai itu. Putri yang menyaksikan kedua temannya di bawa ombak akhirnya jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.

Tiga puluh menit setelah Putri tidak sadarkan diri, perlahan mata Putri mulai terbuka dan melihat ibu dan neneknya sudah berada di samping Putri. “Putri…,kamu sudah sadar nak?” Tanya ibu Putri

” Aku di mana bu?, Di mana Ivan dan Anton?” Tanya Putri.

” Kamu di rumah sakit nak, kamu yang sabar ya. Nenek sudah menasehati kalian agar tidak masuk ke dalam laut tapi kalian tidak menghiraukannya dan sekarang Ivan dan Anton dinyatakan hilang dan meninggal dalam insiden itu” jawab Neneknya Putri sambil merintikan air mata.

Putri terdiam mendengar ucapan neneknya dan mulai meneteskan air mata, tangisannya tiada henti mendengar penjelasan itu.

” Kenapa kalian ninggalin aku?” batin Putri.

Setelah kejadian itu, Putri menyesal karena tidak mendengarkan nasihat dari kakek dan neneknya. Putri berjanji akan berusaha untuk mematuhi nasehat kakek, nenek, serta kedua orangtuanya.

Lantas, 2 hari berlalu. Putri bersama Ibu, Kakek, dan Neneknya pergi ke pantai tempat Ivan dan Anton meninggal untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mereka. Putri berharap mereka bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua. Tetapi sekarang semua itu hanya angan- angan saja dan Putri berjanji akan selalu mengenang mereka.

                                                                     Tamat

Aku, Kamu Menjadi Kita

(Karya Nadia)Ini  bulan Juli tahun 2022,  masa MPLS. Caca sudah lulus dari SMP. Ia  melanjutkan ke jenjang SMA. Sekolah tujuannya adalah SMA N 1 Banjar.

Read More »

ANTARA TEMAN DAN CINTA

(Karya Devik)Ketika perempuan dan laki laki menjadi sahabat apakah mungkin diantaranya tidak akan tumbuh sebuah rasa? Rasanya mustahil jika salah satunya tidak menaruh rasa cinta.

Read More »

Bahagia Bertubi

Oleh  Putu Ferry AriawanPada suatu malam, di hari Kamis tanggal delapan Agustus 2023, aku melamun di kamar. Aku berkhayal memikirkan nilai rapotku besok yang akan

Read More »

BAHASA JIWA BANGSA

(Kary Tedy Pujayanti) Pagi ini, matahari muncul dengan malu malu. Udara yang sejuk menyambut dunia, dan bunyi burung burung yang bersahutan. Terlihat seorang perempuan bernama Tia

Read More »

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top