SINOPSIS : AYAH

Identitas Buku

Judul                         : Ayah

Pengarang               : Andrea Hirata

Genre                         : Roman, Keluarga 

Jumlah Halaman  : 396

Nama : Komang Ayu Mahadewi

Kelas : XII MIPA 3

No.     : 16

Novel ini menceritakan kisah seorang Sabari. Kisahnya yang mencintai wanita pada pandangan pertama. Kisahnya yang menjadi seorang Ayah yang luar biasa. Kisah ini bermula ketika Sabari yang begitu menyukai puisi, tanpa sengaja bertemu dengan Marlena ketika SMA. Seorang gadis yang bisa menyihir hati dan jiwanya. Ketika Sabari mencurahkan isi hatinya melalui untaian puisi, Lena menolaknya mentah-mentah. Namun Sabari tak pernah menyerah, karena filosofi seorang Sabari ialah mencintai seseorang merupakan hal yang fantastis, meskipun yang dicintai merasa muak. Itu soal lain yang tidak relevan.

Cerita berlanjut hingga Sabari menginjak usia dewasa. Ia bekerja di Kantor Markoni, ayah Marlena. Marlena yang semakin dewasa, sering pulang larut menyebabkan pertengkaran antara ia dan ayahnya. Suatu ketika keributan mereka terdengar begitu keras, karena peristiwa di luar rencana. Di sisi lain Sabari siap menumbalkan diri untuk cintanya, ia siap menikahi Lena. Menjadi ayah dari bayi yang ayahnya entah siapa. Maka hari itu Markoni memanggil Sabari. Sabari dan Lena dihadapkan dalam suatu ruangan. Seorang lelaki yang mencintai perempuan dihadapannya melebihi apapun sedangkan seorang perempuan yang membenci laki laki itu lebih dari apapun di dunia ini. Dan mereka akan segera menikah.

Akhirnya semua yang didambakan Sabari satu persatu menjadi nyata. Lena dan bayi kecilnya, tinggal bersama Sabari. Tetapi Lena segera kembali ke hobi lamanya. Pergi dari pagi hingga malam, menginap, hingga tak pulang berhari-hari. Sabari membesarkan anak itu sepenuh hati, menuangkan segala kasih dan cintanya. Sabari memanggilnya Zorro, padahal ia punya nama dengan huruf awal A. Karena selalu menggenggam boneka Zorro Maka dipanggilah Zorro. Ia menyayangi Zorro melebihi apapun bak pengganti Lena, dengan kegembiraan berlipat lipat. Lena tak kunjung pulang. Hingga suatu hari surat dari meja hijau datang untuk Sabari. Isinya adalah Lena menggugat cerai Sabari. Sabari dan Marlena bertemu di pengadilan, meresmikan perceraian mereka.

Sabari yang masih bersedih atas perceraiannya, hanya berharap Zorro tak diambil darinya. Sabari yang dibesarkan ayahnya dengan puisi, ia juga melakukan hal yang sama pada putranya. Mengenalkan keindahan dari rangkaian kata yang penuh makna. Zorro selalu mendengarkan dengan mata berbinar menatap ayahnya. Zorro senantiasa senang mendengarkan cerita Sabari dan Sabari senang bercerita. Seperti hari-hari biasa Sabari mengajak Zorro pergi ke taman. Zorro yang sedang menunggu sang ayah membeli balon, mengunyah kembang gula berwarna pink. Ia tiba tiba diambil oleh seseorang, yakni Lena yang ditemani dua orang pria . Sabari yang melihat Zorro menagis dan meronta, mencoba mendekat. Namun usahanya gagal. Hal yang paling ditakutinya telah terjadi. Tinggalah Sabari berdiri sendiri, ditemani hujan.

Dan menikahlah Marlena dengan Manikam. Hidupalah Zorro dengan dua saudara tiri yang terus memusuhinya. Setelah beberapa tahun, Lena merasa bosan. Manikam-Marlena akhirnya tutup buku. Lena memutuskan hidup mandiri bersama Zorro. Telah satu tahun Lena menjadi single mother, Lena merasa gembira membesarkan Zorro yang semakin cerdas dan tampan. Lena menikah lagi dengan seorang musisi bernama Jon Pijareli. Semuanya tampak sempurna, sayangnya kesempurnaan tak berlangsung lama. Lena mengetahui Jon tak setia, baginya tak ada kata maaf untuk lelaki yang  tidak setia. Disisi lain Sabari merana, menanti kehadiran Zorro. Bertahun tahun dilingkupi kesedihan. Melihat Sabari dalam keadaan terpuruk, dua temannya yakni Ukun dan Tamat menjelajah Sumatra untuk mencari Lena dan Zorro. Ukun dan Tamat bertemu dengan Jon Pijareli yang berkisah soal rumah tangganya yang berakhir dengan Lena. Kemudian mereka berjumpa dengan seorang bernama Manikam. Akhirnya mereka berhasil mempertemukan ayah dan anak yang telah lama terpisah jarak Selama delapan tahun. Marlena mengizinkan Amiru tinggal bersama Sabari. Ayah dan anak itulangsung tak terpisahkan seperti dulu. Mereka kembali pada kebiasaan lama, Sabari bercerita dan berpuisi menjelang Zorro tidur. Bedanya sekarang Amiru juga bisa bercerita dan berpuisi untuk ayahnya.

Di Akhir cerita, Sabari tutup usia pada akhir tahun 2013. Makam Sabari sering dilihat orang karena di pusarannya ada puisi “biarkan aku mati dalam keharuman cintamu”. Cinta Sabari  kepada Lena selalu bersama hingga akhir hayatnya. Amiru kerap mengunjungi tiga orang lain yang menjadi ayahnya, Manikam, Jon Pijareli dan Amirza. Sampai tua Lena masih sering berkirim surat dengan sahabat sahabat penanya. Hingga akhir tahun 2014, Lena meninggal dunia. Ia berpesan pada Amiru agar dimakamkan di dekat makam Sabari dan meminta menulis sesuatu di pusarannya, yakni “purnama kedua belas”. Amiru tahu begitulah ayahnya dulu selalu memanggil ibunya ketika mereka  baru berjumpa. Begitulah kisah cinta Sabari dan Marlena.

 

SELESAI

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Print
Email
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top